Selasa, 17 Juni 2008

rayya pilek vs itali menang

Akhirnya italia lolos, hehehe… nggak tahu kenapa ada perasaan lega ketika tahu Italia lolos dari fase grup di euro 2008. Semalam sih niatnya mau nonton langsung, dan aku sudah bela-belain tidur di depan tv. Tapi seperti biasa, aku malah tidur pulas banget dan baru bangun jam 7 pagi, itu pun karena istri tersayangku membangunkanku untuk salat subuh. Hihi… salat subuh jam 7 pagi…? Sekali lagi aku yakin, Allah maha pengampun dan pasti tidak akan marah karena keterlambatanku salat subuh.
Tiga hari ini rayya pilek, dan hari ini mulai batuk. Suaranya agak serak, jadi suaranya yang biasanya melengking jadi terdengar besar dan menurutku malah terdengar lucu karena “ngebass”. Jadi ya terpaksa rayya harus minum obat. Sampai sekarang, rayya tuh nggak mau kalau minum obatnya pakai sendok. Pasti deh banyak yang tumpah obatnya. Makanya istriku selalu pakai pipet kalau minum obat, itu pun harus sedikit ada unsur pemaksaan. Sebenarnya sih kalau sudah masuk ke mulut ya ditelan. Cuma pas mau masuk ke mulut itulah yang kadang susah banget.
Pagi tadi ketika rayya baru bangun, aku langsung cerita ke dia tentang lolosnya itali ke perempat final euro 2008. Aku nggak peduli rayya tahu maksud omonganku atau nggak.
“Halo Sayang..., udah bangun ya. Oh ya, akhirnya itali lolos, Dik. Itu lho sepak bola euro. Menang 2-0 lawan prancis. Sebenarnya ayah sudah yakin itali akan lolos. Soalnya, itali kan juara dunia,” kataku bersemangat mengabarkan kemenangan itali. Rayya terlihat mendengarkan omonganku dan menatapku dengan bola matanya yang bening.
”Iya..., nanti beli di ”pamat” (alfa mart), bolanya. Sama ayah beli bola di pamat,” kata rayya.
“Hahaha...., Rayya kan udah punya banyak, bolanya. Iya kan. Nanti ayah pinjem ya bolanya?” ujarku. Istriku tersenyum mendengar jawaban rayya.
”iya... ayah boleh pinjem, ayah,” kata rayya memamerkan senyum pertamanya pagi itu.
Ohh... lucu sekali rayya. Memang kadang-kadang, rayya juga suka ikut nonton bola di bila aku nonton di tv.

Tidak ada komentar: