24june08
Sudah beberapa minggu ini pekerjaan di kantor bisa dikatakan nggak ada. Setelah proyek buku lipi yang cukup menguras tenaga dan pikiran selesai, kini aku lebih banyak nganggur. Paling ceting, nulis unek2 di blog ini, dan hal-hal lain yang menurutku nggak perlu harus mikir2 banget.
Tadinya sih selepas lipi itu aku mau cuti barang 2-3 hari buat ngademin otak. Tapi ternyata boro-boro mikir cuti, baru beberapa hari nggak kerja aja udah kebingungan dan salah tingkah mau ngerjain apa. Sebenarnya ada juga pekerjaan dari teman yang perlu bantuanku, tapi paling hanya dikit-dikit dan itu pun nggak terlalu menyita waktu.
Dan sekarang, salah satu efek dari kebingunganku untuk beraktivitas di kantor adalah nulis di blog ini. Awalnya memang iseng saja, tapi lama-lama kok seperti ada kebutuhan dalam diriku untuk minimal menuliskan satu atau dua paragraf setiap hari. Seperti ada ketagihan yang harus dituntaskan dalam diriku. Aku merasa lega kalau sudah menuangkan kejadian sehari-hariku di blog ini.
Lalu kupikir lagi, mestinya kebiasaan ini harus bisa aku manfaatkan untuk latihan menulis lagi. Udah lama banget aku nggak nulis memang. Ada semacam perasaan males yang begitu menggangguku. Dan naifnya aku terjerat dalam kemalasan itu. Tapi untunglah aku segera menyadarinya dan mulai mau rutin menulis lagi melalui blog ini. Aku nggak peduli blog ini akan ada yang membaca atau nggak, yang penting aku sudah melatih kembali kemampuanku dalam menyusun kata dan kalimat.
Ketika ada teman yang memintaku untuk melakukan wawancara dengan seorang direktur keramik untuk keperluan pembuatan majalah intern sebuah organisasi, sedikit banyak aku merasa terbantu dengan kebiasaanku nulis dalam beberapa hari terakhir ini. Saat menulis hasil wawancara yang biasanya perlu waktu agak lama, kemarin aku bisa menyelesaikannya dalam waktu yang relatif lebih singkat dan lancar. Mulanya aku merasa nggak mampu dan males, tapi segera aku bunuh aura negatif itu dengan langsung menulis dan kuyakinkan bahwa aku bisa. Dan ternyata memang aku bisa menyelesaikannya tepat waktu. Alhamdulillah, sungguh aku bersyukur karena itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar