26june08
Tiga hari yang lalu, istriku mengutarakan niatnya untuk ”nyapih” rayya.
”Gimana kalo pelan-pelan rayya disapih, yah?” tanyanya padaku suatu sore.
”Ya terserah. Dicoba aja,” jawabku.
”Maksudku itu biar makannya banyak. Kan selama ini dia nggak mau makan karena udah kenyang minum asi,” jelas istriku untuk meyakinkanku untuk mendukung rencananya.
”Boleh, tapi kamu harus konsisten. Jangan gampang kasihan kalau lihat rayya bentar-bentar nangis minta asi.”
”Iya, tapi kan tetap bertahap. Nggak sekaligus langsung distop minum asinya. Paling nggak kalau malam pas dia bangun tidur dan nggak sadar itu masih dikasih. Tapi kalau pas mau tidur malam dan siang hari dibuatin susu apa air madu aja,” kata istriku. ”Setuju kan, yah? Tapi ini harus kesepakatan bersama lo.”
”Iya-iya aku setuju aja sih. Jalani aja. Bismillah, moga-moga bisa. Ya kalau seperti aku bilang tadi rayya akan sedikit rewel itu biasa. Wajarlah kalau dia agak kaget dengan peraturan baru ini,” kataku.
”Ya pasti itu. Meskipun kadang aku juga nggak tega sih ngliatnya,” kata istriku.
Yah...begitulah akhirnya mulai tiga hari yang lalu, istriku menempelkan busa di dadanya setiap rayya mau minta asi.
”Meh-nya ibu sakit, nak. Rayya minum susu aja ya,” istriku mencoba memberi pengertian.
Mula-mula rayya tetap merengek minta asi, tapi dia juga takut melihat busa yang nempel di dada istriku.
”Ya udah, meh-nya disayang sama rayya biar cepet sembuh, ya,” kata istriku sambil menutup dada dengan bajunya.
”Saayyaannggg ...sayaaanngg, meh.. cepet sembuh yaa... sayanngg...,” meski dengan suara yang masih cedal, tapi terlihat bagaimana rayya mengelus dada ibunya dengan penuh perasaan.
Tampaknya program nyapih ini memang berat buat rayya. Tapi benar juga kata istriku, mungkin ini salah satu cara untuk mengalihkan kebiasaannya minum asi sampai kenyang dan menggantikannya dengan makan nasi atau makanan berprotein yang lain. Aku pikir rayya juga sudah cukup minum asi karena sekarang kan dia sudah 2 tahun lebih. Memang sudah saatnya dia mengonsumsi makanan lain sehingga pertumbuhan badannya bisa optimal nantinya. Ya semoga saja ikhtiar istriku itu berhasil ya Allah. Amin...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar