Sejak malam rabu tanggal 20 agustus kemarin, rayya panas. Mulanya aku dan istriku menganggap kalau itu panas biasa yang pasti akan segera sembuh setelah dikompres dan diberi tempra. Tapi ternyata tidak, Suhu badannya naik turun, dan bahkan panasnya sempat naik sampai 39 drajat. Sampai saat ini sudah tiga malam aku dan istriku begadang karena rayya nangis dan rewel. Kasihan istriku karena rayya hanya mau digendong sama ibunya. Padahal aku tahu betul istriku lelah...sangat lelah bahkan, karena dari pagi sampai malam harus menggendong rayya. Sejujurnya aku mulai khawatir dengan kondisi rayya.
Jumat pagi, aku dan istriku sepakat membawa rayya ke rumah sakit. Setelah periksa darah, istriku bilang bahwa tidak ada penyakit lain yang menyerang rayya. Aku lega..lega sekali. Alhamdulillah. Tapi rasa khawatir itu masih menyelimutiku sampai saat ini karena dokter bilang, kalau dalam empat hari ke depan panasnya tidak turun, rayya harus periksa darah lagi. Duuhhh... kasihan sekali anakku. Padahal aku tahu anakku paling nggak suka disuntik. Tapi periksa darah kan harus diambil darahnya dan itu hanya bisa dilakukan dengan suntikan.
Ya Allah ..., semoga Engkau mendengar doa kami ya Allah. Semoga Engkau sembuhkan rayya, ya Allah. Hanya Engkaulah yang kuasa memberikan penyakit dan Engkau pulalah yang kuasa menyembuhkannya tanpa rasa sakit.
Semenit yang lalu, aku telepon istriku menanyakan keadaan rayya, alhamdulillah sekarang rayya sudah baik-baik saja. Dan perasaanku ada perubahan pada diri rayya, sepertinya dia tambah cerewet dengan kosa kata yang lebih banyak dan pengucapan yang lebih jelas juga. Ternyata istriku juga berpikiran sama. Ya, semoga saja ada hikmah dari sakitnya rayya kali ini. Rayya jadi semakin pintar dan tambah lucu. Terima kasih ya Allah, Engkau telah mendengar doa kami untuk kesembuhan rayya. Aminn ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar